Rabu, 04 Januari 2012

Makalah Ekonomi


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui bagaimana permasalahan yang terjadi pada perekonomian bangsa kita. Makalah ini memuat tentang "Kondisi Perekonomian Indonesia pada tahun 2011" Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.


Penulis










D A F T A R   I S I

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG MASALAH
B.   TUJUAN
C.   MANFAAT
BAB II PEMBAHASAN
A.   PROSPEK EKONOMI INDONESIA TAHUN 2011
B.   FAKTOR FAKTOR YANG HARUS DI WASPADAI
C.   LIKUIDITAS PERBANKAN DAN BI RATE
D.   PREDIKSI KOMODITI INDONESIA
E.   KONDISI MAKRO PEREKONOMIAN INDONESIA
BAB III PENUTUP
A.   KESIMPULAN
B.   SARAN
DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG MASALAH
Latar belakang penulisan makalah ini adalah pembelajaran mengenai permasalahan peerekonomian indonesia di tahun 2011. Pada tahun 2011 perekonomian indonesia secara keseluruhan dapat di perkirakan mencapai 6,6 persen itu yang dinyatakan oleh Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo, tentu juga pada tahun 2011 kemarin terdapat masalah masalah dalam sistem perekonomian di indonesia. Itu lah yang akan kita bahas dalam makalah ini. Sebagai warga negara Indonesia saya bangga dengan pencapaian yang telah diraih oleh bangsa ini. Selangkah demi selangkah Indonesia mulai menunjukkan kearah yang lebih baik terutama dalam bidang perekonomian. Hal ini dibuktikan dengan Indonesia menjadi salah satu Negara yang tidak terkena dampak pada krisis global tahun 2008. Walaupun demikian, sebenarnya masih banyak hal-hal atau aspek-aspek  yang perlu diubah oleh Negara ini agar perekonomian Indonesia lebih baik lagi ditahun selanjutnya. Meskipun masih banyak kekurangan dari negara Indonesia, saya akan tetap bangga dengan negara Indonesia karena dinegara inilah saya tinggal dan dibesarkan.
B.   TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita mengetahui bagaimana siklus pendapatan perekonomian negara kita dari tahun ke tahun. Dan juga mampu mempelajari berbagai macam masalah yang terjadi di dalamnya.
C.   MANFAAT
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah mahasiswa mampu memahami pekembangan okonomi di indonesia dan juga permasalahannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A.   PROSPEK EKONOMI INDONESIA TAHUN 2011

Bank Dunia memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan
akan semakin cerah pascakrisis global.Kepala Ekonom Bank Dunia William Wallacedi Jakarta, mengatakan, pertumbuhan Indonesia saat ini terus menunjukkan hal yang positif dengan terus meningkat dan lebih kuat dari sejumlah negara lain.
“Dan ini juga terbantu dengan kondisi pasar modal yang mulai membaik, inflasi yang masih berada dalam tingkat rendah dan dampak sosial yang cukup terbatas”. Ada beberapa hal yang membuat perekonomian Indonesia tetap terjaga, pertama karena fondasi perekonomian ketika krisis melanda cukup kuat dan tidak banyak dipengaruhi produk finansial kritis, kekuatan sektor swasta cukup rendah dan utang publik yang rendah sehingga mengakibatkan posisi fiskal masih cukup kuat. Kedua, peran pemerintah yang pro aktif dalam mengamankan pasar modal dengan meningkatkan garansi deposito, belanja stimulus plus pemotongan pajak dan belanja program sosial seperti pemberian Bantuan Langsung Tunai, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dan Bantuan Operasional Sekolah. “Indonesia juga terbantu oleh pembelanjaan akibat penyelenggaraan pemilihan umum 2009 lalu. Untuk itu, ia menambahkan investasi dan pertumbuhan Indonesia dapat lebih didorong pemerintah dengan bantuan swasta serta didukung oleh perbaikan kebijakan dan investasi publik yang tepat. “Indonesia juga harus menerapkan sistem jaring pengaman sosial yang tepat bagi negara berpendapatan menengah karena posisi fiskal serta utang Indonesia masih cukup kuat dan akan ada dana tambahan jika subsidi energi direalokasikan ke belanja sosial,”
Program tersebut dapat berupa program bantuan sosial yang komprehensif dan sudah teruji, sistem Asuransi Kesehatan Nasional yang jelas dan terjangkau serta sistem pesangon yang memberikan kenyamanan bagi pekerja untuk mendorong pembukaan lapangan pekerjaan. William menjelaskan Indonesia juga perlu untuk membangun terobosan infrastruktur untuk mendukung perekonomian dan menghubungkan pasar domestik serta pasar kawasan.
“Kebutuhan akan adanya infrastruktur yang memadai tidak sekedar dibutuhkan,
namun juga akan mengubah persepsi global, karena Indonesia termasuk salah satu negara berkembang yang menjadi anggota G-20 selain Brasil, Rusia, India dan China”. Dorongan Infrastruktur juga dibutuhkan di tingkat regional untuk membangun infrastruktur urban seperti transportasi massal, perumahan, air dan sanitasi yang dapat mendorong terciptanya kota-kota kelas dunia. Terakhir dibutuhkan reformasi kelembagaan atau birokrasi dengan kerangka kerja
regulasi modern dan mekanisme pembuatan kebijakan, regulasi dan manajemen. “Sistem tersebut dapat dilakukan dengan perbaikan sistem gaji, perekrutan dan promosi yang sesuai dengan akuntabilitas dan reformasi yang sesuai dengan kebutuhan.
B.   FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIWASPADAI
Ada tiga faktor yang harus diwaspadai pada perekonomian nasional di tahun 2011. Pertama adalah ancaman krisis likuiditas. Ketika pasar modal mengalami stagnansi pada suatu titik tertentu, para pelaku pasar cenderung akan melakukan aksi ambil untung yang menyebabkan arus dana keluar menjadi besar. Sementara undang-undang jaring pengaman sektor keuangan yang salah satu tujuannya untuk mengantisipasi permasalahan ini belum disetujui DPR. Undang-Undang tersebut, antara lain dapat menjadi landasan peraturan yang sah manakala terjadi situasi dimana aliran dana keluar begitu besar.  Misalnya karena clearing nasabah di sebuah bank sehingga Pemerintah perlu menyiapkan dana talangan. Contoh lain yang juga harus diantisipasi adalah jika terjadi kondisi dimana Pemerintah tidak memiliki alokasi dana yang cukup sementara harus melaukan buyback terkait Surat Utang Negara (SUN) yang telah dijual kepada masyarakat.
Untuk menangani ancaman masalah likuiditas di atas, undang-undang jaring pengaman sektor keuangan perlu segera disetujui DPR. Jika sudah disetujui, perlu kerja sama yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut. Di samping itu, kontrol devisa juga mutlak dilakukan Pemerintah. Kurangnya kontrol terhadap dana yang keluar dan masuk mengakibatkan kalangan dunia usaha menjadi kurang tertarik karena tidak adanya range dalam menentukan nilai tukar rupiah.
Faktor kedua yang harus diantisipasi adalah kurang optimalnya pertumbuhan di sektor riil. Hal ini bisa terjadi apabila Pemerintah hanya memanfaatkan momentum masuknya capital inflow yang deras hanya untuk sektor pasar modal. Dari situ, pertumbuhan di sektor riil bisa kurang optimal karena keuntungan hanya dinikmati kalangan tertu yang “bermain” di lantai bursa.
Faktor ketiga adalah inflasi. Problema energi dan pangan internasional sedikit banyak berpengaruh pada tingkat inflasi dalam negeri. Negara-negara maju di Amerika dan Eropa saat ini cenderung mengalami musim dingin yang lebih panjang sehingga membutuhkan pasokan energi yang lebih besar. Dengan kondisi demikian, Pemerintah perlu menentukan antisipasi kebijakan yang akan diambil, misalnya apakah subsidi BBM akan dikurangi atau tidak. Sementara itu, terkait masalah pangan, Pemerintah juga dianjurkan untuk melakukan langkah antisipasi. Sebagai negara maju, China sudah menyiapkan stok pangan dalam negeri besar-besaran sejak 2-3 tahun yang lalu.

C.    LIKUIDITAS PERBANKAN DAN BI RATE

Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan terus meningkat serta pengelolaan likuiditas perbankan diproyeksikan menguat, yang didukung kebijakan moneter Bank Indonesia menetapkan Giro Wajib Minimum sekunder hanya 2,5%. Proyeksi untuk target pertumbuhan kredit 2011 diperkirakan melambat di, kisaran 15%-17%, sebelumnya BI menargetkan kenaikan kredit di atas 20%, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%-5,5% dan laju inflasi year to year 4,7%-6%. Sementara dari si si suku bunga inti, berdasarkan acuan BI. BI rate bakal naik di kisaran 25 bps-50 bps menjadi 6,75%-7%, paling cepat diperkirakan di semester 1 tahun 2011 dari BI rate saat ini di kisaran 6,5%.

D.   PREDIKSI KOMODITI INDONESIA

Resiko kenaikan harga komoditas dunia di tahun 2011, salah satunya komoditas beras, yang merupakan makanan pokok penduduk Indonesia. Beberapa lembaga survei komoditas, memprediksikan harga beras dunia pada tahun 2011 bakal naik dari USD 638 per metrik ton menjadi USD per metrik ton, salah satu pemicunya rencana pemerintah Philipina mengimpor beras dalam skala besar sebanyak 500.000 ton, serta India memangkas ekspor beras karena panen berkurang, dengan kondisi resiko tersebut berpotensial menyumbang kenaikan laju inflasi inti di sektor pangan dan secara otomatis berpengaruh kenaikan inflasi year to year Indonesia, yang memberikan dampak tekanan bagi bank sentral menaikkan BI rate, guna menjaga kestabilan nilai Inflasi di bawah double digit level.
Resiko situasi politik kembali memanas, terkait kasus bailout Bank Century, bisa berefek negatif pada aliran danajangka pendek (hot money) milik investor asing ke pasar keuangan Indonesia, dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia, yang saat ini nilainya sudah mencapai Rp 47 Triliun, Surat Utang Negara (SUN) serta pasar saham, berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, dan menyumbang kenaikan harga barang-barang impordan inflasi.
Kebijakan exit strategy moneter The Federal Reserve, AS. Di mana diproyeksikan semester 11, berpotensial besar bank sentral Amerika menaikkan suku bunga, yang saat ini masih di level rendah di kisaran 0,00 % – 0,25 %, dan efeknya bisa berimplikasi negatif terjadi capital outflow dana jangka pendek kembali ke AS, sehingga dikhawatirkan melemahkan nilai tukar rupiah, dan secara tidak langsung menaikkan laju inflasi. Me-review pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar AS beberapa bulan terakhir ini di tahun 2010, menunjukkan kondisi yang ranging, bergerak antara level 9.35D-9.570/dollar AS, hal ini karena para pelaku pasar, khususnya investor, wait and see menunggu penyelesaian kasus bailout Bank Century, sebelum menentukan arah selanjutnya, dan diperkirakan kasus tersebut membutuhkan waktu penyelesaian cukup lama, karena melibatkan pejabat pemerintah dan DPR yang menggunakan hak angket untuk menelusuri masalah tersebut.

E.   KONDISI MAKRO PEREKONOMIAN INDONESIA

Dilihat dari kondisi makro ekonomi Indonesia, sebenarnya para investor, khususnya pihak asing masih berkeinginan menempatkan investasinya, karena melihat pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi, bila dibandingkan investasi di negara-negara maju. Diproyeksikan pergerakan nilai tukar mata uang rupiah di tahun 2011 masih bergerak stabil, yang ditunjang membaiknya posisi current account, seiring pulihnya ekspor dan capital inflow.











BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Sebagai warga Negara Indonesia terutama kaum pemuda-pemudi sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya kita bangga dengan Negara Indonesia karena maju atau tidaknya Indonesia ada ditangan kita. Kita sebagai ujung tombak negara diharuskan untuk menjadikan negara yang lebih baik dimasa yang akan datang. Indonesia tidaklah seburuk yang dibayangkan, banyak sekali hal-hal yang harus dibanggakan oleh Negara ini. Walaupun masih banyak kekurangan dari Negara ini, kita tidak seharusnya menjelek-jelekkannya tapi kita bahu-membahu memperbaiki Negara ini.
B.   SARAN
Sebagai generasi penerus bangsa harus mampu untuk meneropong bagaimana permasalah permasalahan yang terjadi dalam bangsa kita, agar kita mampu untuk menyelamatkan bangsa ini dari ancaman krisis global di masa akan datang







D A F T A R  P U S T A K A

http://www.pacific2000.co.id/research/berita-indonesia/bank-dunia-perkirakan-prospek-ekonomi-indonesia-cerah.php
http://www.sejutablog.com/prospek-ekonomi-dan-moneter-indonesia-tahun-2011/#ixzz1g1ANiC00
ekonomi.kompasiana.com/.../2011/.../membedah-perekonomian-ind... www.tempo.co/hg/bisnis/2011/08/06/brk,20110806-350342,id.html













MAKALAH
PEREKONOMIAN INDONESIA PADA TAHUN 2011





Oleh:
ABDURRAHIM
2010210001
UNIVERSITAS TRIBHUANA TUNGGADEWI MALANG
2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar